Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Perkebunan Kopi dan Masalah yang Dihadapi



Perkebunan kopi adalah sebuah area tempat tanaman biji kopi tumbuh dan biji dipanen untuk dijual. Kopi adalah tanaman bernilai tinggi dengan nilai ekonomi yang signifikan. Produk ini secara konsisten terdaftar sebagai salah satu dari tiga top produk ekspor legal di seluruh dunia setiap tahun. Sebagai hasil komoditas yang menonjol, penanaman dan pengolahan biji kopi di perkebunan memiliki sejarah yang kacau berkaitan dengan HAM pekerja dan lingkungan. Lebih dari 90 persen dari perkebunan kopi di seluruh dunia berada di negara berkembang, banyak ketidakadilan ekonomi terjadi karena negara-negara industri adalah konsumen utama dari produk ini.

Kopi dapat ditanam dari biji atau bibit. Perkebunan kopi biasanya akan menggunakan teknik tumpangsari kopi dengan tanaman pangan lain, seperti kacang-kacangan, jagung atau beras, sampai tiba saat panen. Tanaman kopi menghasilkan baik biji kopi Arabika atau Robusta. Kopi arabika dianggap lebih halus dan mengambil porsi sekitar dua-pertiga dari produksi di seluruh dunia. Biji kopi robusta lebih pahit dan memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, tapi tanaman ini lebih kuat. Lebih sedikit biaya yang diperlukan untuk merawat tanaman robusta, dan penghematan ini membuat robusta menjadi pilihan yang efektif-biaya dalam produksi massal.

Pertanian kopi lebih padat karya dibandingkan berbagai jenis tanaman pangan utama. Biji harus dipetik, diproses, dikeringkan dan di-roasting di perkebunan kopi – pekerjaan yang tidak optimal jika menggunaan solusi otomatis. Ini adalah salah satu alasan mengapa perkebunan kopi menjadi tempat bersejarah bagi era kerja paksa dan perbudakan. Meskipun kerja paksa secara teknis tidak lagi menjadi masalah di dunia pertanian modern, saat ini sebagian besar perkebunan yang terletak di negara-negara berkembang sehingga masih terdapat perbedaan ekstrim antara pendapatan buruh tani dan pendapatan konsumen kopi.
Perkebunan kopi juga merupakan sarang bagi isu kelestarian lingkungan. Banyak perkebunan yang terletak di negara-negara yang penduduknya tidak memiliki cukup air tawar untuk minum, namun produksi kopi menggunakan air dalam jumlah yang sangat tinggi. Ada juga isu signifikan tentang cara bertani kopi. Kelompok-kelompok lingkungan menganggap perkebunan kopi sebagai bagian dari garis depan dalam perjuangan untuk praktek pertanian berkelanjutan, karena kopi merupakan salah satu tanaman dunia yang paling signifikan.

Brasil menjadi tuan rumah perkebunan kopi terbesar, dengan Vietnam, Indonesia dan Kolombia mengikuti di belakang. Kopi arabika dihasilkan di perkebunan di Amerika Latin, Afrika Timur, Arab dan Asia. Robusta dibudidayakan di Afrika barat dan tengah, Asia Tenggara dan di beberapa bagian Brasil. Selain perbedaan dalam jenis tanaman yang ditanam di perkebunan ini, ada perbedaan regional mengenai tanah dan cara pengolahan yang mempengaruhi rasa kopi. Perbedaan ini tercermin dalam varietas kopi, contohnya ialah Java, Kona dan Columbia.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...