Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Pengertian Biji Kopi Arabika



Biji kopi arabika sebenarnya adalah benih yang didapat dari buah tanaman Coffea arabica dan merupakan salah satu dari dua jenis biji kopi yang paling sering digunakan untuk menghasilkan secangkir kopi, jenis lainnya adalah kopi robusta. Biji kopi arabika memiliki lebih sedikit kafein, lebih sedikit keasaman, sifat yang lebih aromatik, dan dianggap sebagai biji unggul diantara banyak penggemar minuman kopi. Ini adalah biji yang biasa digunakan untuk kopi spesial dan kopi gourmet. Beberapa kopi dibuat dari campuran biji arabika dan robusta untuk meningkatkan rasa sekaligus menurunkan harga, tapi kopi yang memenuhi standar tertinggi kemungkinan besar harus diproduksi dengan menggunakan 100% biji arabika.

Coffea arabica berasal dari barat daya Arab dan telah berkembang di sana selama lebih dari 1000 tahun. Namun, banyak varietas biji kopi arabika ada dan dapat ditemukan di daerah subtropis dan khatulistiwa, Amerika Latin dan Asia, serta Afrika. Biji kopi arabika mengambil porsi sekitar 80% dari produksi kopi dunia, meninggalkan biji robusta dengan pangsa pasar 20% yang jauh lebih kecil. Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa biji robusta tumbuh sebagai tanaman yang jauh lebih keras, dan Coffea arabica memerlukan kondisi iklim yang sangat spesifik untuk tumbuh.

Ketika tumbuh di daerah subtropis, Coffea arabica ditanam di ketinggian 1800 - 3600 ft (548 - 1097 m), dengan musim hujan dan kemarau yang jelas. Kondisi ini menyediakan satu musim tanam dan satu musim panen per tahun. Di daerah khatulistiwa, tanaman tumbuh baik pada ketinggian 3600 - 6300 ft (1097 - 1920 m), dengan sering hujan. Hal ini menyebabkan tanaman kopi berbunga konstan dan memungkinkan untuk mengalami dua kali musim panen. Karena ketinggian yang diperlukan untuk pengembangan biji kopi arabika, maka kopi arabika kadang-kadang disebut sebagai “kopi gunung".

Ketika buah kopi mencapai kematangan, mereka bisa dipetik menggunakan tangan atau dengan peralatan panen. Kemudian, dari setiap buah, diperoleh dua keping biji (biji arabika). Biji ini kemudian dicuci, difermentasi, dan akhirnya dikeringkan dan siap untuk distribusikan. Langkah terakhir untuk mempersiapkan biji kopi Arabika sebelum konsumsi adalah menyangrai biji kopi. Proses ini menghilangkan kelembaban dan menimbulkan perubahan, baik struktur dan warna biji menjadi yang sesuai dengan selera peminum kopi. Biji dari setiap daerah akan memiliki rasa dan aroma yang berbeda, dan karena itu akan diminati berdasarkan preferensi dari masing-masing konsumen kopi.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...