Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Jebena : Tradisi Kopi asal Afrika



Upacara minum kopi adalah tradisi berabad-abad di beberapa negara Afrika dan Timur Tengah, dari Ethiopia hingga Palestina. Salah satu pemegang peran sentral dalam ritus panen dan pertemuan antar warga ini adalah jebena, ketel tanah liat yang memiliki bagian bawah lebar dengan dua corong - satu untuk menuangkan minuman dan yang lainnya menghadap ke atas untuk meracik minuman. Seringkali dihiasi dengan simbo-simbol kesukuan, alat ini digunakan untuk merayakan biji kopi yang mereka hasilkan secara bersama-sama.

Berbagai jenis kopi dapat digunakan dalam jebena, meskipun sering kali merupakan campuran lokal, sebagai wujud sukacita atas karunia yang merupakan titik sentral dalam upacara. Perayaan ini umum di banyak masyarakat Ethiopia, Sudan dan Eritrea, menampilkan puluhan jenis kopi dari masing-masing wilayah. Di Ethiopia, dimana kopi adalah komoditas yang paling menguntungkan, biji kopi yang paling populer adalah Yirgacheffe, Harrar dan Keffa - semua dinamai menurut daerah asal mereka yang sangat dibanggakan.

Upacara adat diadakan dengan cara yang beraneka ragam, beberapa upacara dapat berlangsung selama berjam-jam. Di Ethiopia, upacara dimulai dengan menuangkan biji kopi bersih ke dalam panci bergagang panjang dan disangrai di atas api, sesekali aroma kopi menyeruak dengan harum. Setelah disangrai, biji kopi ditempatkan ke jebena yang telah berisi air, kemudian ditaruh kembali ke atas api. Setelah diseduh, kopi dituangkan melalui filter ke dalam wadah lain, kemudian dituangkan kembali ke jebena tersebut tanpa ampas.

Untuk mempertahankan rasa biji kopi, pelaku upacara jebena Ethiopia biasanya tidak suka mencampur susu atau krim ke dalam kopi mereka. Gula, sering ditambahkan, tapi biasanya setelah kopi dituangkan ke dalam cangkir yang disebut cini. Dalam beberapa kebudayaan, meminum hanya satu porsi tidak sesuai dengan tradisi. Faktanya, akan dianggap buruk bila berpartisipasi dalam upacara kopi tanpa mengkonsumsi tiga porsi, masing-masing dengan nama resmi dan makna simbolik tersendiri.

Terkadang, budaya membakar dupa dilakukan untuk melengkapi efek aromatik kopi, sementara yang lain membiarkan kopi menjadi sentral. Ketika disajikan, kopi biasanya didampingi makanan ringan seperti kue atau kacang. Banyak sejarawan percaya bahwa Afrika Utara tidak hanya merupakan tempat kelahiran peradaban, tetapi juga biji kopi.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...