Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Proses Pengolahan Kopi Luwak



Proses pengolahan kopi luwak pada dasarnya sama dengan pengolahan kopi umumnya. Perbedaannya hanya pada proses kupas atau giling kulit biji kopi yang digantikan oleh luwak. Kopi luwak merupakan kopi yang dihasilkan dari proses fermetasi oleh binatang luwak. Setelah biji kopi dipetik, para petani kopi luwak memberikan biji kopi tersebut kepada luwak untuk dimakan.

Biji kopi segar yang dimakan oleh luwak itu tercampur dengan enzim-enzim yang ada di dalam saluran pencernaan luwak selama 2-12 jam. Hasilnya, terciptalah citarasa kopi yang eksotik dan aroma kopi seduh yang sangat nikmat.

Selintas memang terlihat menjijikkan, namun proses itulah yang menjadikan kopi luwak memiliki citarasa yang tinggi. Kandungan protein yang ada di perut luak membuat biji kopi ini berfermentasi dan matang lebih sempurna sehingga rasa yang dihasilkan pun jauh lebih enak dan padat dibandingkan kopi-kopi lainnya.

Tahap-Tahap Pengolahan
Kopi luwak adalah biji kopi matang pohon yang dimakan oleh binatang luwak dan dikeluarkan bersama kotoran binatang tersebut. Dalam pencernaan luwak, biji kopi tetap utuh tidak tercerna karena keras, tetapi mengalami proses pencampuran serta fermentasi dengan makanan luwak lainnya.

Sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan bunga-bungaan, luwak adalah binatang yang pintar memilih makanan yang baik untuknya. Maka, proses fermentasi di dalam pencernaan luwak itulah yang membuat rasa kopi ini berbeda. Aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan spesial.

Anda juga bisa mengolah kopi luwak. Syaratnya, Anda menjadi petani kopi yang sekaligus membudidayakan kopi luwak. Simak langsung proses pengolahan kopi luwak berikut ini:

Anda mulai memetik buah kopi yang sudah matang di pohon. Pilihlah yang berwarna merah. Setelah buah kopi terkumpul, pilah lagi kopi yang berkualitas bagus karena hanya buah kopi yang matang (berwarna merah) yang akan disantap oleh luwak sebagai makanannya.

Biarkanlah luwak memakan buah kopi yang terbaik yang sudah Anda pilihkan. Tubuh luwak hanya akan mencerna daging buah kopi, sementara biji kopi akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feses luwak. Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna hijau dan kurang harum.

Selanjutnya pisahkan biji kopi yang tercampur dalam feses lalu kumpulkanlah. Anda harus membersihkan biji kopi tersebut lalu menjemurnya. Proses penjemuran ini harus benar-benar sempurna untuk memudahkan proses pengupasan kulit tanduk dan mengurangi kadar air.

Setelah benar-benar kering, kupaslah kulit tanduk biji kopi luwak. Secara tradisional Anda bisa mengupasnya dengan menumbuknya, tidak perlu kuat-kuat, cukup agar kulit terkelupas saja, karena jika menumbuk terlalu kuat maka biji kopi luwak akan hancur atau tidak utuh lagi.

Dengan cara manual pun Anda bisa melakukannya, yaitu memilih biji kopi satu demi satu. Pisahkanlah biji kopi yang berkulit tanduk dan biji kopi yang terkelupas. Hasilnya adalah biji kopi dengan kulit ari yang berwarna perak. Akhirnya, jadilah biji kopi luwak yang terkenal mahal itu. Bisa dipastikan, ini adalah biji kopi yang terbaik karena hanya buah kopi matang yang dipilih luwak sebagai makanannya.

Tahap berikutnya yang Anda harus lakukan adalah menyiapkan kopi luwak untuk dikemas, disajikan, ataupun dihidangkan. Anda bisa menggoreng atau menyangrai kopi luwak secara manual atau tradisional. Caranya, sangrailah kopi luwak dengan penggorengan tradisional panci besi di atas kayu bakar. Anda juga bisa melakukannya dengan menggunakan oven di atas kompor.

Waktu penggorengan akan menentukan warna kopi luwak. Lamanya Anda menyangrai kopi luwak sangat mempengaruhi warna produk yang terdiri dari hitam, coklat kehitaman, dan kecoklatan. Pada umumnya penikmat kopi di Indonesia dan Asia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga berwarna hitam. Sedangkan warga di sejumlah negara Asia seperti Korea, Jepang, dan Taiwan menyukai kopi luwak yang berwarna coklat kehitaman. Bandingkan dengan orang-orang di Eropa yang lebih menyukai warna kecoklatan.

Untuk proses pembubukan Anda bisa menggunakan alat penggilingan yang bisa membuat kopi luwak benar-benar halus. Setelah kopi menjadi bubuk, dinginkanlah. Setelah mendingin, Anda bisa mengemas kopi luwak sesuai takaran yang diinginkan konsumen. Anda sebaiknya menggunakan kemasan yang steril untuk menjaga agar bubuk kopi tetap segar sampai waktu berbulan-bulan bahkan setahun.

Demikianlah cara umum pengolahan kopi luwak.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...