Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Jumlah Kandungan Kafein dalam Cokelat



Cokelat berasal dari pohon kakao dan umumnya diolah menjadi makanan ringan di dunia Barat; dan mungkin pula diminum atau dimakan dalam bentuk murni atau ditambah perasa. Rasa cokelat merupakan salah satu rasa permen yang paling populer di muka bumi, dan memiliki kisaran luas dalam hal jenis dan harganya. Cokelat high-end semakin digemari dalam beberapa tahun terakhir, namun cokelat tradisional masih mendapat porsi penjualan besar di seluruh Amerika Serikat dan Eropa.

Selain sering mendapat tambahan gula sebagai pemanis, banyak orang yang sudah tahu bahwa cokelat juga mengandung kafein, hal ini menyebabkan kekhawatiran bahwa makanan tersebut bisa membuat orang terjaga atau membuat gelisah.

Meskipun ada sejumlah stimulan dalam cokelat, jumlah kafein yang ada sangat rendah, sehingga tidak banyak mempengaruhi energi atau suasana hati. Gula yang terkandung dalam cokelat jauh lebih mungkin untuk menciptakan lonjakan energi atau untuk membuat seseorang merasa gelisah, terutama pada cokelat manis. Cokelat manis sebenarnya memiliki konten kakao yang lebih rendah, dan karenanya akan mengandung lebih sedikit lagi dari sejumlah kecil kafein yang ditemukan dalam biji kakao.

Ada tiga senyawa utama lain yang ditemukan dalam cokelat yang dapat mempengaruhi suasana hati dan energi: theobromine, tryptophan, dan phenethylamine. Meskipun phenethylamine memang memiliki efek psikoaktif, jumlahnya yang tidak signifikan cenderung tidak mencapai otak setelah menelan cokelat. Phenethylamine dimetabolisme oleh enzim dalam tubuh manusia, MAO-B, sehingga pada akhirnya memiliki efek yang sangat sedikit. Tryptophan, juga hadir pada jumlah moderat dalam cokelat, tetapi memiliki efek menenangkan, bukannya efek energi.

Theobromine, salah satu alkaloid yang terdapat dalam cokelat dan yang memberikan rasa pahit yang khas merupakan bahan kimia kelas methylxanthine. Ini adalah kelas yang sama dengan kafein, dan theobromine memiliki beberapa sifat yang mirip. Ada sekitar 20 mg theobromine dalam satu gram kakao, jumlah yang tidak bisa diabaikan. Theobromine, seperti kafein, bertindak sebagai diuretik, vasodilater, dan stimulan jantung. Bahan ini sebenarnya bertanggung jawab untuk banyak efek yang diasosiasikan oleh orang-orang dengan kafein dalam cokelat, dan bertanggung jawab untuk keracunan pada anjing dan kucing, itulah sebabnya hewan tidak disarankan menelan cokelat.

Adapun kafein itu sendiri, ada dalam jumlah sangat sedikit dalam cokelat. Bila dibandingkan dengan kafein, jelas bahwa jumlah kafein yang ditemukan dalam cokelat cenderung tidak memiliki pengaruh besar pada kebanyakan orang. Satu ons (30g) susu cokelat, misalnya, mengandung 6 mg kafein, dibandingkan dengan 19 mg kafein dalam satu ons (30g) kopi. Di sisi lain, kandungan theobromine jauh lebih tinggi dalam jumlah cokelat yang sama. Meskipun theobromine memiliki efek yang serupa dengan kafein, walau tidak intens, ada kemungkinan bahwa yang kebanyakan orang lihat sebagai respon terhadap cokelat sebenarnya adalah reaksi terhadap theobromine.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...