Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Hubungan Antara Kafein dan Depresi



Tidak ada hubungan langsung antara kafein dan depresi, namun ada beberapa efek samping kafein yang secara tidak langsung dapat menyebabkan depresi atau mungkin memperburuk depresi yang ada. Kafein menyebabkan gangguan tidur, kadar gula darah rendah, dan kecemasan yang tinggi - semua memicu depresi.

Kafein juga dapat menyebabkan sulit tidur. Bahkan satu cangkir kopi dapat menyebabkan kewaspadaan dan insomnia pada individu yang sensitif. Sulit tidur dapat memperburuk depresi yang mungkin telah diderita seseorang, mengubah masalah kecil menjadi lebih serius. Untuk meningkatkan kebiasaan tidur yang baik, minuman berkafein harus dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan hanya di jam-jam pagi.

Studi juga telah menunjukkan hubungan antara kafein dan kadar gula darah. Terlalu banyak kafein mendorong tubuh untuk memproduksi insulin, hormon yang mengatur gula darah. Terlalu banyak insulin pada waktu yang salah dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi rendah, juga dikenal sebagai hipoglikemia. Rendah gula darah menyebabkan gejala lain, diantaranya tingkat energi yang rendah, yang dapat mengakibatkan perasaan depresi.
Tidak hanya efek samping hipoglikemia yang menyebabkan kafein membuat orang merasa lelah. Kafein membuat rilis hormon adrenalin terjadi dengan cepat, yang memberikan tubuh perasaan berenergi, dan dopamin, yang menyebabkan tubuh merasakan kenikmatan. Akhirnya ketika kafein habis, seseorang mungkin merasa kekurangan energi dan depresi.

Individu yang menderita depresi terkait dengan kecemasan biasanya harus menghindari kafein. Kafein memiliki efek negatif merangsang sistem saraf simpatik, yang mengontrol kecemasan tubuh dan respon terhadap stres. Stimulasi sistem saraf simpatik dapat menyebabkan seseorang kurang mampu menangani situasi stres.

Kafein dan depresi juga dikaitkan karena gejala yang berhubungan dengan kafein. Kafein dapat menyebabkan sakit kepala, lekas marah, kelelahan dan sulit berkonsentrasi. Dalam jangka panjang, gejala-gejala ini dapat memicu perasaan depresi atau meningkatkan perasaan yang ada. Jika mencoba untuk menghentikan kebiasaan mengkonsumsi kafein, seseorang harus melalui proses bertahap dibandingkan berhenti secara langsung, mengurangi asupan kafein setiap hari sampai berhenti mengkonsumsi sepenuhnya dapat membantu mengurangi efek samping.

Dan juga penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang akan terpengaruh akibat kaitan antara kafein dan depresi. Sebab dan akibat hubungan biasanya terjadi hanya pada individu yang sangat sensitif terhadap kafein, dan bahkan mungkin tidak terjadi pada seseorang. Siapapun yang mengalami perasaan depresi parah harus berkonsultasi dengan profesional medis.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...