Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Gejala-gejala Keracunan Kafein



Gejala keracunan kafein dapat dengan mudah dibingungkan dengan gejala gangguan mental, seperti kecemasan. Umumnya ada 12 gejala keracunan kafein, termasuk gelisah, gugup, kegembiraan, insomnia, kebingungan dan energi yang berlebih. Gejala juga mencakup wajah memerah, buang air kecil berlebihan, sakit perut, kejang otot, denyut jantung tidak teratur dan gelisah. Mengalami lima atau lebih gejala-gejala tersebut setelah mengkonsumsi kafein biasanya adalah tanda overdosis kafein.

Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat yang digunakan untuk meningkatkan energi atau kewaspadaan seseorang. Kopi merupakan sumber kafein yang paling melimpah, tetapi kafein juga ditemukan dalam teh, cokelat, cola dan beberapa obat pereda rasa sakit. Banyak minuman energi populer menggabungkan sejumlah besar kafein dengan gula dan herbal aditif. Mengkonsumsi terlalu banyak produk ini dapat menyebabkan keracunan kafein.

Biasanya dibutuhkan setidaknya 250 miligram kafein - setara dengan apa yang ditemukan dalam dua setengah cangkir kopi – untuk menyebabkan keracunan kafein. Overdosis paling sering terjadi ketika kafein yang dikonsumsi berjumlah lebih dari 500 miligram. Kafein secara alami memiliki rasa yang kuat dan pahit, tetapi banyak orang yang telah kebal terhadap rasa ini.

Bilamana keracunan kafein terjadi, sulit tidur adalah salah satu gejala yang paling umum. Meskipun bersifat sementara, gejala ini mungkin dapat berkembang menjadi gangguan tidur jangka panjang. Gelisah atau kurang semangat dapat menjadi parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Keracunan kafein dapat menyebabkan seseorang mengalami periode haus tak habis-habisnya. Ketika terjadi, hal ini bisa membahayakan bagi orang-orang yang sedang bekerja.

Kafein memiliki efek diuretik, sehingga buang air kecil yang berlebihan sering terjadi saat keracunan kafein. Jika tidak diobati, ini dapat menyebabkan kondisi berbahaya seperti dehidrasi dan lainnya. Masalah pencernaan seperti mual, muntah atau diare juga merupakan hal yang umum terjadi.

Kafein yang berlebihan dapat membuat seseorang sulit berpikir jernih. Kondisi ini dikenal sebagai “pikiran yang terlalu aktif”. Seseorang yang menderita overdosis kafein mungkin sering mengoceh dalam pikiran atau ucapannya. Minum kopi atau minuman berkafein lainnya dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan mungkin menghasilkan efek sebaliknya jika terlalu banyak konsumsi.

Selain 12 gejala yang keracunan kafein, sejumlah orang mengalami dering di telinga mereka setelah mengkonsumsi kafein secara berlebihan. Lainnya dilaporkan seperti melihat kilatan cahaya. Keringat berlebih mungkin juga disebabkan oleh keracunan kafein. Jika mengkonsumsi kafein dalam dosis yang sangat tinggi - lebih dari 10 gram asupan kafein -, seseorang mungkin mengalami kejang, kegagalan sistem pernafasan dan akhirnya kematian.

Bentuk overdosis kafein ringan biasanya akan mereda dalam waktu empat sampai enam jam. Biasanya tidak ada efek menetap pada keracunan kafein yang umum. Overdosis kafein berulang dapat menyebabkan efek jangka panjang. Hal ini terkait dengan infertilitas, keguguran dan osteoporosis pada wanita. Studi juga telah mengaitkan konsumsi kafein berlebihan dengan penyakit kardiovaskular.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...