Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Gejala-gejala Alergi Kafein



Gejala-gejala alergi kafein dapat mempengaruhi fisik dan mental seseorang. Beberapa masalah fisik termasuk diantaranya adalah masalah kulit, sakit kepala, dan jantung berdebar-debar. Gejala lain termasuk perubahan suasana hati, ketidakmampuan untuk fokus, dan halusinasi. Karena sifat dari gejala-gejala ini, mereka sering keliru dianggap sebagai masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi, gangguan perhatian (ADHD), atau skizofrenia. Meskipun banyak gejala tampaknya tidak berbahaya, mereka tidak boleh diabaikan.

Alergi kafein dapat terjadi bila kafein dalam jumlah berlebihan dikonsumsi secara teratur. Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, akan semakin toleran orang yang mengkonsumsinya, namun, toleransi ini akhirnya dapat menyebabkan intoleransi kafein. Ketika itu terjadi, tubuh tidak dapat memetabolisme kafein sebagaimana mestinya, dan dengan demikian bahkan sejumlah kecil kafein dapat memicu semakin besarnya gejala.

Kelebihan kafein diketahui dapat meningkatkan denyut jantung pada setiap orang, baik yang memiliki sensitivitas kafein atau tidak. Tingkat keparahannya tergantung pada masing-masing individu karena beberapa orang mampu mentolerir lebih dari yang lain. Gejala umum lainnya termasuk perubahan kondisi kulit, seperti ruam, eksim, dan jerawat. Sakit kepala migrain, serta nyeri otot dan dada juga merupakan indikator alergi kafein.

Pembengkakan adalah reaksi negatif lainnya terhadap kafein. Hal ini dapat terjadi di lidah, tenggorokan,dan di mata. Jika pembengkakan terjadi di tenggorokan, atau jika dada terasa kencang, ini dapat membuat seseorang jadi sulit bernapas. Alergi kafein juga dapat menghasilkan gejala seperti berkeringat dingin dan gejala lain yang menyerupai pilek atau flu.

Bagi banyak orang, kafein umumnya membantu untuk meningkatkan mood dan konsentrasi ketika dikonsumsi secara moderat. Sebaliknya ketika terjadi alergi kafein, hal ini dapat membuat seseorang tidak bisa fokus, bingung, dan mudah tersinggung. Hilangnya fokus dan konsentrasi menyerupai gejala ADHD, dan dengan demikian, sering salah didiagnosis dan diperlakukan seperti itu. Selain itu, perubahan pola pikir sering menyebabkan kegelisahan dan depresi.

Pada kasus yang lebih parah, seseorang akan rentan mengalami halusinasi dan mania. Jenis perilaku ini sering salah diagnosis sebagai skizofrenia atau gangguan bipolar. Kejang, yang merupakan kondisi dimana fungsi listrik di otak terganggu, juga bisa terjadi pada reaksi yang parah akibat kafein.

Kopi adalah salah satu minuman yang paling umum mengandung kafein, namun, ada banyak minuman lain, seperti minuman energi, minuman ringan, dan teh, yang juga mengandung kafein. Makanan dengan kafein termasuk cokelat dan apapun yang mengandung cokelat, seperti kue cokelat atau es krim cokelat juga mengandung kafein. Menghindari kafein sama sekali mungkin tidak tepat bagi sebagian orang, tapi mengurangi asupan bahan ini akan mengurangi risiko terjadinya alergi kafein.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...