Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Efek Samping Stimulan yang Paling Umum



Efek samping stimulan yang paling umum termasuk diantaranya adalah tekanan darah tinggi, sakit perut, sakit kepala, dan gugup. Palpitasi, yang ditandai penurunan nafsu makan, insomnia, dan penurunan berat badan juga merupakan efek samping stimulan yang paling umum. Obat-obatan stimulan kadang digunakan untuk mengobati AHD, gangguan tidur yang dikenal sebagai narkolepsi, dan depresi. Obat-obatan ini juga dikenal dapat meningkatkan energi, kewaspadaan, dan fokus. Obat stimulan seperti methylphenidate dan dextroamphetamine meningkatkan efek bahan kimia otak tertentu yang menyebabkan perasaan tentram.

Efek samping stimulan lainnya termasuk penyempitan pembuluh darah, meningkatnya keringat, dan kadang-kadang, ketidakmampuan untuk duduk tenang. Stimulan juga dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan mungkin tidak dianjurkan bagi mereka yang menderita diabetes. Menggabungkan pemakaian stimulan dengan obat lain juga tidak dianjurkan kecuali pasien dipantau secara ketat oleh penyedia layanan medis. Melakukan hal ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang serius atau menyebabkan elevasi tekanan darah yang berbahaya.

Meskipun efek samping stimulan bisa berbahaya, mereka bukan satu-satunya faktor risiko saat mengkonsumsi obat ini. Stimulan dapat menyebabkan ketergantungan dan menyebabkan paranoia, tingkah laku agresif, dan kemungkinan psikosis. Gejala penghentian juga mungkin terjadi ketika berhenti mengkonsumsi stimulan dan ini dapat berupa depresi, insomnia, dan kelelahan yang mendalam. Selanjutnya, asupan stimulan dalam dosis besar banyak berkontribusi pada meningkatnya keadaan berbahaya pada suhu tubuh, gagal jantung, dan kejang.

Secara historis, obat stimulan umum digunakan dalam pengobatan obesitas dan masalah pernapasan, seperti asma. Karena tingkat kejadian efek samping stimulan begitu tinggi, baru-baru ini dokter hanya menggunakannya untuk segelintir kondisi medis. Karena mungkin sangat berbahaya bila seseorang mengkonsumsi stimulan dalam kondisi medis tertentu. Kondisi ini termasuk glaukoma, gangguan kecemasan dan tiroid. Hyperthyoidism adalah kondisi dimana kelenjar tiroid menghasilkan kelebihan hormon tertentu, menyebabkan palpitasi, perasaan cemas, dan denyut nadi meningkat.

Glaukoma adalah suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan pada tekanan mata yang dapat berkontribusi pada hilangnya penglihatan. Mengkonsumsi obat stimulan dapat meningkatkan tekanan mata dan berkontribusi pada penglihatan perifer, atau penurunan penglihatan samping. Sebelum meresepkan obat stimulan, penyedia perawatan medis mungkin menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan fisik lengkap. Pemeriksaan ini mungkin termasuk pemeriksaan tekanan darah dan tes untuk menentukan apakah pembuluh darah dan jantung cukup sehat untuk menahan efek dari obat perangsang.

Mereka yang mengalami efek samping akibat stimulan harus memberitahu penyedia layanan kesehatan saat terjadi tanda-tanda awal. Penyedia perawatan medis mungkin merekomendasikan obat dosis rendah atau mungkin memutuskan untuk menghentikan pengobatan sama sekali. Tergantung pada kondisi, penyedia perawatan medis mungkin merekomendasikan obat alternatif atau rencana pengobatan lainnya.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...