Resep kopi dan informasi kopi: sejarah kopi, manfaat kopi, jenis kopi, kandungan kopi, pengolahan kopi, tanaman kopi, kopi robusta & kopi luwak. Juga informasi teh dan artikel teh.

COFFE MAKER memang belum umum di Indonesia, karenanya Anda perlu tahu, makanya --> CARI TAHU DI SINI

Hello coffee lover, welcome..

Hello coffee lover, welcome..

Apakah Sensitivitas Kafein Itu?



Banyak orang mengkonsumsi kafein satu atau beberapa kali dalam sehari untuk mempertajam fokus dan meningkatkan energi, meskipun untuk beberapa orang, stimulan ini dapat menyebabkan efek samping. Sensitivitas Kafein adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami gejala seperti kecemasan atau lekas marah setelah mengkonsumsi kafein. Tingkat keparahan sensitivitas kafein dapat bervariasi antara individu. Beberapa orang sangat sensitif bahkan terhadap sejumlah kecil kafein, sementara yang lain bisa menelan sejumlah besar kafein tanpa merasakan pengaruhnya. Kafein hadir dalam kopi, teh hitam dan teh hijau, dan dalam banyak produk cola.

Gejala umum sensitivitas kafein meliputi cemas, gelisah, dan lekas marah yang berkisar dalam intensitas dari ringan sampai parah, tergantung pada individu tertentu. Gejala yang lebih parah meliputi tremor otot, denyut jantung tidak teratur, dan mual. Sakit kepala adalah gejala umum lain dari sensitivitas kafein. Meskipun kafein adalah stimulan, beberapa orang mengalami kelelahan setelah mengkonsumsi minuman atau produk berkafein. Kafein juga dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan kesulitan untuk tertidur dan tidur di malam hari menjadi kurang nyenyak.

Meskipun sensitivitas kafein cukup umum dan sering hanya merupakan gejala ringan, beberapa orang memiliki intoleransi kafein lebih serius dan mengalami efek samping yang parah bahkan untuk sejumlah kecil stimulan ini. Intoleransi kafein mencakup semua gejala sensitivitas kafein tapi lebih parah lagi. Gejala tambahan, meskipun jarang , termasuk ruam dan kejang.

Keracunan kafein adalah gejala lain sensitivitas kafein. Kondisi ini terkait dengan konsumsi kafein dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sering kali, 250mg kafein yang dikonsumsi dalam beberapa jam dapat menyebabkan keracunan kafein. Keracunan kafein termasuk gejala yang berhubungan dengan sensitivitas kafein dan intoleransi kafein. Selain itu, bicara meracau, haus berkepanjangan dan wajah memerah bisa juga terjadi.

Orang yang tidak minum kopi atau minuman berkafein secara teratur biasanya lebih rentan mengalami gejala sensitivitas kafein. Faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap kemungkinan respon gejala ini termasuk diantaranya adalah stres , berat badan, dan merokok. Mereka yang telah didiagnosis mengalami gangguan saraf biasanya lebih rentan pula terhadap gejala ini. Menariknya , pria tampaknya lebih cenderung memiliki kepekaan terhadap kafein dibanding wanita.

Cara terbaik untuk mengobati sensitivitas kafein adalah dengan jalan mengurangi atau memutus konsumsi kafein. Banyak produk seperti cokelat, teh, kopi, dan cola yang mengandung kafein. Kebanyakan minuman energi mengandung kafein yang bertindak sebagai stimulan. Bahkan kopi dan teh decaf bisa jadi mengandung sejumlah kecil kafein.






Page Views

Punya tempat minum kopi atau produk kopi favorit? Mari kita berbagi informasi pada pembaca yang lain di sini.
Return to top of page Copyright © 2012 | Rumah Kopi: "hello coffee lover, you are at home now."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...